Kiss Me On December 2nd

december 1

Title :  Kiss Me On December 2

Author : Mochaccino

Cast : Park Chanyeol and Byun Baekhyun

Genre : Romance/ Angst

Rated : PG

Length : Chapter

.

.

Hujan baru saja berhenti,

Kenapa harus sedramatis ini. Chan mengeluh dalam perjalanannya kea rah kampus, di mana Baekhyun menimba ilmu. Dia ingin memberikan kejutan pada BAekhyun. Hari ini dia bertekat untuk lebih memperhatian BAekhyun sebelum terlambat.

Kakinya begitu lebar untuk mempercepat waktu tibanya. Dia khawatir, Baekhyun lebih dulu meninggalkan kampus dan kehadirannya akan menjadi tidak berarti.

Beruntung,

Chan melihatnya,

Dari jauh dia bisa melihat kekasihnya itu tengah berjalan diantara para mahasiswa lain. Wajahnya murung. Sedikit membuat Chan harus berpikir kembali mengenai keputusannya untuk memberitahukan masalah dalam keluarganya.

Besok malam Chan akan dipertemukan dengan wanita itu. Dia bernama Rin, putri dari teman ibunya. Cantik, lulusan dari perguruan tinggi di Eropa. Chan pernah bertemu dengannya, namun tetap saja kata cantik itu, baginya tidak akan pernah bisa menggantikan kecantikan seorang Baekhyun di dalam benaknya.

Hatinya selalu bergetar ketika dia harus melihat raut lembut dan tatapan penuh kasih yang diberikan seorang Baekhyun padanya.

“Baekhy!” Chan menegurnya lebih dulu. Namja itu mengangkat wajahnya diantara keramaian jalan setapak yang mereka lewati. Ada kesan kaget di mimiknya ketika menjumpai Chan berada di area kampus, dan senyumnya terpasang manis.

Wajah yang tersenyum itu—

Chan ingin memberinya kecupan di sana, hanya saja tempat ini—

Dia memperhatikan sekitarnya dan hanya mengangguk untuk mengungkapkan bahwa kehadirannya saat ini memang hanya untuknya.

“Aku ingin mengajaku ke suatu tempat.” Bisik Chan. Tatapannya menggoda nakal, membuat rona kemerahan di wajah BAekhyun merebak.

Sudah beberapa hari ini dia merindukan rona itu,

“Ke mana?”

“Ke mana?”

“Ya, ke mana?” pertanyaan itu membuat batin Chan gemas. Dia ingin memberikan sebuah teka-teki yang sebenarnya tidak sulit, hanya saja bentuk antusianisme yang diberikan Baekhyun padanya sangat mencandu di benak Chan.

Namja tinggi itu hanya memiringkan kepalanya, menggeleng dan mencandai namja di sampingnya dengan cengiran.

“KAu akan tahu.” Sahut Chan sambil merengkuh bahu itu untuk berjalan.

Sore ini, terlihat sangat sejuk. Ada genangan air yang berusaha mereka hindari, juga beberapa orang yang sesekali memisahkan kedekatan mereka. Semacam adventure yang menyenangkan. Senyum dan lirikan diam-diam itu menambah kesan yang manis di dalam hati Chan. Kenapa dia bisa merasakan hal semacam ini bersama seorang Baekhyun.

Bukankah ini menarik, ketika hatimu terasa begitu penuh oleh bentuk-bentuk abstract yang tidak kau mengerti, namun itu bisa membuatmu bahagia. Chan merasakannya, dan perasaan itu nyata.

Langkah kaki mereka terhenti ketika ada sebuah mobil yang berhenti di sisi trotoar. Chan menoleh dan menemukan wajah yang begitu akrab itu tengah termangu.

Wanita itu—

BAekhyun menoleh, dan menjadi gugup seketika dengan tatapan dingin sang wanita yang kemudian turun dan mendekati mereka. BAekhyun segera melepaskan genggaman tangan Chan dengan tiba-tiba.

“Apa aku tidak salah lihat?” sebuah pernyataan dingin meluncur dari bibir bekunya. Chan melirik pada kekasihnya yang terlihat pucat. Wajahnya pias dan tak bisa memberikan statement apapun.

“Eomma!” ujarnya, dan Chan berusaha merengkuh bahunya.

“Apa yang kau lakukan pada anakku?”  wanita itu memandang sengit pada Chan.

“Eomma, jangan seperti itu. Kita berada di tempat umum.” Bisik BAekhyun untuk menenangkan wanita yang ternyata adalah ibunya.

“Seharusnya kaupun berpikir seperti itu, sebelum kau rela laki-laki ini menggandeng tanganmu seperti pelacur.”  Bidikan itu tepat ditujukan pada Chan. “Aku tidak sudi jika kau masih berada di sekitar putraku dan memberikan pengaruh buruk padanya.” Lalu tatapannya menghujam BAekhyun yang menahan diri untuk tidak mengatakan apapun.

“Bibi, kami berteman baik.” Ucap Chan dengan sedikit ragu. Dia sedih ketika mengatakan kalimat itu, dan harus melihat BAekhyun menggeleng lemah— tak berdaya. Batinnya pun sedih, tapi dia tidak ingin mempersulit kekasih yang dicintainya.

“Kuperingatkan padamu, ini terakhir kalinya aku melihatmu bersama dengan Baekhyun. Jika peringatan ini tidak kau perdulikan, maka aku akan menempuh jalan hukum untuk membuatmu menyesal selama-lamanya.”

Chan menahan napasnya, dan tak bisa berkata apa-apa. Wanita itu membawa BAekhyun pergi dengan paksa. KEkasihnya itu menatapnya gelisah. Ada perasaan berat di dalam dadanya yang seolah-olah ingin dia teriakkan saat ini juga. Chan tidak bisa, dia harus bisa bersabar dan jauh lebih tegar menghadapi situasi ini.

.

.

.

Chan masih memikirkan keadaan Baekhyun yang meninggalkannya dengan wajah sedih kemarin sore. Mungkinkah mereka akan bertemu lagi.

Ada banyak penghalang yang tak mudah untuk dilalui. Di sisinya, keluarganya pun pasti akan sangat menentang kisah ini, terlebih saat ini Chan akan dipertemukan dengan wanita itu.  Sedangkan di sisi Baekhyun, sikap tegas dan kebencian Bibi Byun padanya membuat jalinan ini seperti tidak mungkin akan berlanjut.

Lalu Sehun~

Dia adalah salah satu manusia yang selama ini selalu menjadi factor pengganjal yang cukup sengit diantara Chan dan Baekhyun. Dia tampan, dan sikapnya selalu manis pada Baekhyun. Terkadang Chan tidak bisa menahan diri untuk bersikap kasar padanya, jika tidak mengingat Sehun sudah bersama dengan Baekhyun lebih lama darinya.

Tok Tok

Pintu kamarnya diketuk, dan Chan sudah mengira jika itu adalah ibunya. Wanita itu masuk dan melihat Chan yang masih bersandar malas di pinggir jendela. Malam ini sepertinya tidak akan bisa dihindarinya.

“Cepatlah berganti pakaian. Kita harus segera berangkat menemui keluarga Rin. Mereka sudah menunggu.” Sapuan lembut dipunggung Chan semakin menambah beban hati laki-laki yang selama ini tak pernah mengatakan tidak pada wanita yang telah melahirkannya itu.

“Apakah ini keputusan yang mutlak. Aku tidak ingin menikahi dia.” Pernyataan itu membuat kerutan di dahi ibunya bertambah satu.

“Apa kau mempunyai kekasih?”

Kekasih

Chan ingin menjawab iya,

Sangat ingin,

Demi Tuhan dia ingin mengatakannya,

Tapi apakah wanita ini akan menerima begitu saja. Apakah hatinya tidak akan hancur berkeping-keping seandainya Chan mengatakan mengenai kebenaran hatinya.  Itulah permasalahannya, Chan tidak ingin melihat wanita ini bersedih dan hancur.

“JIka kau punya kekasih, bawalah ke rumah ini. Kenalkan dia pada eomma.”

Chan menunduk, memandangi lengannya yang tertangkup di dadanya.

Mungkinkah dia membawanya ke sini.

.

.

.

Rumah itu besar dan megah. Chan bisa memahami, jika keluarga Rin begitu kaya, kalau tidak mana mungkin wanita yang dijodohkan dengannya itu bisa menjalani pendidikan di Eropa. Dia pasti wanita yang sangat luar biasa.

“Rin menatap ke arahmu.” Senggol ibunya, yang sejak tadi mengamit lengan putranya.

“BUkankah dia sangat cantik.”

Chan tidak menyahut, dia mengakui kalau Rin memang cantik. Dia sangat elegan, pakaiannya indah dan seksi. Hhhh, seksi. Lekuk tubuhnya begitu menarik. Dia sangat pandai merawat tubuhnya, sehingga dari kejauhan pun kulitnya terlihat bersinar dan mempesona. Hanya saja—

“Selamat malam, Eommonie!” sapanya pada Ny. Park. Chan menatap kea rah lain untuk mencari pelampiasan.

“Hi Chan!” sapanya ganti pada Chan yang kemudian menoleh dan menyimak senyum itu.

“Hi!” Chan membalasnya.

“Eomma akan menemui orang tua Rin sebentar, kalian berbicaralah dulu.”  Akhirnya ibunya meninggalkan mereka berdua dan menghilang di balik pintu besar yang menghubungkan ruangan tamu dengan halaman samping.

“Kau terlihat tampan.” RIn memuji.

“Tentu saja.” Jawab Chan minus ekspresi. Dia melangkah pelan, disandingi Rin yang mendadak menggandeng tangannya. Buru-buru Chan melepasnya.

“Aku ke sini karena ibuku, bukan karena aku setuju untuk melakukan perjodohan ini, Rin.” Tegas Chan kemudian.

Wanita itu mengernyit sengit, wajahnya seperti ditampar oleh sikap Chan yang terang-terangan menolaknya.

“Kau menolakku?”

“Aku tidak ingin bersikap tidak sopan padamu, tapi jujur aku tidak tertarik dengan perjodohan ini, apalagi padamu. “

Rin tertawa getir mendengarnya, dan tubuhnya menjadi gemetar karena emosinya tertahan. Bagaimana mungkin ada laki-laki yang menolaknya sekejam ini. Dia menunduk mengutuk dalam hati, bahkan untuk mala mini dia telah mengorbankan banyak hal. Jantungnya berdebar-debar dengan tingkat emosi yang luar biasa.

“Aku tidak suka kau mengatakan itu padaku. Aku tidak terima. Walau bagaimanapun juga, pernikahan ini harus terjadi. Kau tidak bisa menghindarinya, karena kau tahu aku memegang rahasiamu.”

Rahasia?

Chan mengerutkan keningnya dan menatap penuh curiga pada wanita sirik di depannya. Benarkah Rin tahu akan sesuatu dari dirinya.

“Rahasia apa?” selidik Chan

“KAu akan tahu.” Ujarnya dengan nada penuh kemenangan. Langkahnya mengajak Chan untuk segera meninggalkan ruangan dan bergabung dengan orang tua mereka di halaman samping, tempat terjadinya pesta pertemuan mereka.

Chan di bawa pada sebuah suasana yang elegant dan mewah. Pesta ini bukan pesta kecil seperti yang dia kira tadi sesaat dia turun dari mobil. Demi apapun ini, tidak sembarangan, karena keluarga Rin mengadakan sebuah pesta dengan beberapa tamu yang selama ini dikenalnya sebagai para pengusaha sukses di Korea. Apakah ini mimpi, atau sebuah drama?

Di luar semua rasa terkejutnya itu, ada hal lain yang membuat Chan tersudut di tempatnya berdiri. Dia menatap pada seseorang yang tengah menatapnya dengan sorot putus asa dan kaget.

BAekhyun.

Kenapa kekasihnya itu berada di sini, di acara pertunangannya dengan Rin.  Hatinya tertusuk sangat dalam dengan kondisi ini. BAekhyun pasti menganggap sikapnya ini sangat tidak konsisten dan mempermainkannya. Dia pasti mengira Chan telah menipunya.

“Chan!”  suara wanita mengangetkannya,

“Bibi!” Chan semakin terkejut ketika Ny. Byun menyapanya.

“Maafkan aku karena selama ini aku mengira kau telah— kau tahu,” wanita itu melirik BAekhyun yang menunduk sedih. Dia duduk dengan manis di bangku tidak jauh dari mereka.

“Bibi, ini— “ Chan tidak bisa melanjutkannya karena Rin mengamit lengannya.

“Bibi, bukankah calon suamiku tampan.”  Ujarnya

“Ya. Kalian sangat serasi.”

“Ya, .” Rin terlihat sangat senang.

Chan ingin mendekati BAekhyun dan menjelaskan semua ini agar dia bisa mengerti, tapi sepertinya BAekhyun telah menghilang dari pandangannya ketika Chan menoleh lagi ke arahnya.

.

.

.

BErkali-kali Chan menghubungi BAekhyun tapi ponsel kekasihnya itu tidak aktif. Apa yang harus dilakukannya. Apakah BAekhyun—

Chan tidak sanggup berspekulasi, dia hanya ingin bertemu dengannya dan memeluknya.

Perih

Dia bisa merasakan apa yang BAekhyun rasakan. Cinta ini..

Dia ingin memilikinya bersama dengan BAekhyun.

“Chan!” ibunya memanggil,

Chan menoleh dan berjalan ke arahnya.

“Kau sedang apa? Kenapa kau begitu panic.”

“Aku ada keperluan sebentar, apakah aku boleh meninggalkan acara ini?”

“KAu mau ke mana?”

Chan tidak bisa menjawab, dia berlari meninggalkan ibunya yang menatapnya dengan cemas. PEsta pertunangan ini telah terjadi, dan sisa malam ini terlihat begitu pengap bagi seorang Chan yang tengah berlari menuju kea rah mobilnya. Dia harus mencari BAekhyun.

“Ayolah, jawab panggilanku, BAekhy!”  Chan geram dan tak bisa menahan kekhawatirannya. Dia memukul gagang setir berkali-kali sambil mencari bayangan BAekhyun di sekitar area perumahan. Dia mungkin merasa terluka dan tak memperhatikan kondisi dirinya.

Ponselnya bergetar.

“BAekhy!”  bukan. Chan mendengus ketika dia melihat bahawa bukan kekasihnya yang menghubunginya, melainkan Sehun

“What?” sahut Chan sengit.

“Aku tidak menyangka kalau kau serendah itu!” maki Sehun dengan nada mengecam.

“Apa yang kau katakana Oh Sehun?”

“BAekhyun bersamaku, dan dia menceritakan apa yang baru saja terjadi. Kenapa kau bisa melakukan itu padanya?”

“Sehun, di mana BAekhy? Aku ingin bicara dengannya.”

“Aku tidak akan mengijinkannya. Saat ini dia bersamaku, dia milikku sekarang. Kau jangan pernah mendekatiknya lagi,  Mengerti! Dia milikku, Park Chanyeol.”

Sehun memutus sambungan.

“DAMNT!” Chan menghentak keras dengan memukul setir mobilnya berkali-kali. Dia telungkup di sana dan mendengus dengan segala kesesakkannya. Dia hanya bisa merutuki semua ini tanpa arti. Semua telah terjadi, dan BAekhyun pasti sangat membencinya saat ini.

.

.

.

.

.

.

Tbc

 

Advertisements
Tagged , ,

2 thoughts on “Kiss Me On December 2nd

  1. mochaccino says:

    Reblogged this on MOCHACCINO.

    Like

  2. kwonjiyeon says:

    Nyesek bnget bacanya mencintai seseorang tpi g bisa mengungkapkn hubngan mrk
    Memang terkdng cinta itu mmbuat sesak aplgi dngn bnyaknya paktor pertimbngan kkecewaan orang lain salh satunya keluarga orng yg kita hormati…..smga chan punya solusi untuk hatinya………..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: